Kompolnas Desak Polri Tidak Diskriminatif Usut Kasus Gayus

Sidang Mafia Hukum

Kompolnas Desak Polri Tidak Diskriminatif Usut Kasus Gayus

- detikNews
Rabu, 04 Agu 2010 11:38 WIB
Jakarta - Beberapa nama perwira menengah dan perwira tinggi disebut-sebut menerima suap dalam kasus mafia hukum Gayus Tambunan. Kompolnas mendesak agar Polri tidak tebang pilih mengusut siapa pun yang terlibat.

"Kita desak iya, nggak ada diskriminasilah," kata anggota Kompolnas Adnan Pandu Praja di sela-sela acara Rakor Penanganan Saran dan Keluhan Masyarakat Kompolnas dan Pengemban Fungsi Pengawasan Internal Polri di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (4/8/2010).
Β 
Adnan mengungkapkan, sejak Kompolnas ikut menjadi pengawas penyidikan kasus Gayus, pihaknya sudah meminta penyidik untuk menyeret atasan-atasan Kompol Arafat. Namun hal itu tidak dipenuhi oleh tim independen.

"Sejak awal saya terlibat dalam masalah ini banyak nama-nama yg terperiksa dari Kompol sampai Pati. Saya pun mendesak agar diproses, tapi nampaknya kebijakan pimpinan (Polri) tetap (pada) level itu. Dan ini memang akan menjadi desakan kita kemudian," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adnan mengapresiasi tindakan penyidik yang memeriksa semua unsur penegak hukum dalam kasus Gayus. Namun, fakta di persidangan mesti dijadikan petunjuk untuk menyeret calon tersangka lainnya.

"Setelah nanti jadi putusan baru menjadi bukti, baru menjadi alasan kuat untuk menjadi bukti untuk diproses di ranahnya," imbuh Adnan.

Apakah Kompolnas pernah menanyakan mengapa atasan Kompol Arafat tidak dijadikan tersangka? "Dalam berbagai koordinasi kami dengan pimpinan Polri, tapi lagi-lagi bicara pimpinan dan saya berharap persidangan mendorong ini supaya lebih sesuai dengan harapan publik," pungkasnya.

(ape/nrl)


Berita Terkait