"Israel dan Libanon terlibat pertempuran di dekat perbatasan kedua negara. 4 warga sipil Libanon dan seorang tentara Israel tewas," demikian berita yang dilansir reuters, Selasa (3/8/2010).
Menurut saksi mata, kondisi saat ini sudah berangsur tenang namun demikian tensi di antara kedua negara masih tinggi. Sementara itu, pihak militer Libanon mengatakan kejadian tersebut dipicu oleh aksi tentara Israel di daerah perbatasan.
"Tentara Israel yang melakukan patroli di perbatasan menyeberangi garis di perbatasan meski sebelumnya pihak UNIFIL sudah memerintahkan untuk berhenti namun tetap dilanjutkan," ujar tentara Libanon.
"Tentara Libanon kemudian mengusir pasukan Israel tersebut dengan menembakkan roket dan dibalas dengan senapan mesin dan tank tentara Israel yang mengarah ke pos penjagaan dan rumah warga sipil," lanjutnya.
Atas peristiwa tersebut, Presiden Libanon Michel Suleiman kemudian melakukan rapat mendadak. Presiden Syiria, Bashar al-Assad menyatakan dukungannya atas langkah yang akan diambil oleh Libanon.
"Presiden Assad menyatakan kepada Presiden Michel Suleiman bahwa Syiria mendukung Libanon untuk melawan agresi Israel," ujar sebuah sumber.
(ddt/nwk)











































