"Biasa saja, kami tidak merasa tersindir," ujar Kabidpenum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto saat dihubungi detikcom, Selasa (3/8/2010).
Menurut Marwoto, pernyataan Jimly ditujukan untuk polisi di luar negeri. Sementara, untuk Polri tidak ada budaya peras-memeras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutan di seminar 'Lumpuhnya Sistem Keadilan: Tantangan Penegakan HAM dan Peran Advokat untuk Kepentingan Publik' di Hotel Harris, Jakarta, Jimly mencontohkan tingkatan mafia peradilan. Polisi adalah mafia pertama yang akan dijumpai.
"Mafia pertama isinya tukang peras, tukang peras pertama itu polisi. Tapi ini polisi di Afrika," seloroh Jimly disambut gelak tawa peserta seminar.
Menurutnya, makin banyak kasus maka akan semakin banyak korban yang diperas. "Makin banyak kasus dia bersyukur. Jadi, Polisi itu identik dengan tukang peras," tutur Jimly.
(ape/vit)










































