Rumah Aspirasi Bukti Anggota DPR Kerjanya Cuma Cari Duit

Rumah Aspirasi Bukti Anggota DPR Kerjanya Cuma Cari Duit

- detikNews
Selasa, 03 Agu 2010 17:21 WIB
Rumah Aspirasi Bukti Anggota DPR Kerjanya Cuma Cari Duit
Jakarta - Usulan pembuatan rumah aspirasi senilai total Rp 112 miliar untuk anggota DPR terus dikritik. Usulan itu dinilai sebagai bukti anggota DPR kerjanya hanya mencari uang.

"Setelah mengusulkan dana aspirasi, kemudian dana pembangunan desa, dan sekarang dana untuk rumah aspirasi semakin menunjukkan bahwa DPR kerjanya cuma cari duit," kata Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Sebastian mengatakan, rumah aspirasi bukan usulan yang baru. Konsep rumah aspirasi selama ini belum jelas dan akhirnya usulan itu belum terlaksana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau nggak didukung dengan gagasan dan konsep yang tidak baik sama saja. Usulan itu kembali diajukan di waktu yang tidak tepat," ujar dia.

Dikatakan dia, pengajuan dana untuk membangun rumah aspirasi seharusnya tidak perlu diminta kepada negara. Sebab, dengan penghasilan anggota DPR ditambah dana reses dan uang-uang lainnya bisa teralokasi sebagian untuk membangun rumah aspirasi itu.

"DPR itu harusnya nggak perlu minta dana tambahan untuk bangun rumah aspirasi itu karena anggaran yang mereka dapat sudah cukup untuk mengelola rumah aspirasi," papar dia.

Pria berkacamata ini berharap para politisi Senayan ini memperbaiki kinerjanya. Sebab, citra anggota dewan di hadapan publik sudah sangat buruk apalagi yang menyangkut kinerja.

"Kita butuh wakil rakyat yang care dan punya hati nurani. Itu keterlaluan (usulan rumah aspirasi), harusnya DPR tahu diri karena masyarakat sekarang sudah muak dengan mereka ditambah kemalasannya lagi," kata Sebastian.

Meningkatkan produktifitas bekerja, menurut dia, hal yang lebi baik dilakukan anggota DPR. "Sebab dengan membangun rumah aspirasi belum tentu menjamin apakah penyaluran aspirasi itu berjalan efetif, karena sebenarnya pengajuan dana-dana tersebut terlihat sekali akal-akalannya," tutup dia.

(lia/aan)


Berita Terkait