"Seharusnya headway ini diperbaiki agar tidak terjadi penumpukan penumpang sehingga mengakibatkan pelecehan seksual," ujar Ketua Komisi B DPRD DKI Selamat Nurdin kepada detikcom di kantornya, Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/8/2010).
Menurutย Nurdin, waktu tunggu yang relatif lama untuk mendapatkan bus TransJ menyebabkan penumpang berdesak-desakan. Penumpukan penumpang baik di halte maupun di dalam bus TransJ memperbesar risiko terjadinya pelecehan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurdin pun menyambut baik adanya Satgas Sterilisasi Busway untuk bisa memperbaiki layanan bus TransJ dengan mensterilkan busway dari kendaraan lain. Di sisi lain Nurdin juga ingin Koridor IX (Pinang Ranti - Pluit) dan Koridor X (Cililitan - Tanjung Priok) segera direalisasikan oleh Pemprov DKI.
"Kalau Koridor IX dan X sudah beroperasi tentu akan terjadi pendistribusian penumpang, sehingga penumpukan sedikit berkurang," tambahnya.
Apakah diperlukan penambahan armada baru untuk mengatisipasi penumpukan penumpang? "Sebenarnya kalau yang ada sekarang dimaksimalkan dalam artian headway berjalanย dan ditambah koridor IX dan X itu sudah cukup efektif," ujar Nurdin.
Saat ini delapan koridor di Ibukota dilayani oleh 428 bus, yang berupa bus gandeng dan bus single. Meski demikian penumpukan penumpang masih saja terjadi. Pemprov DKI berjanji akan mengoperasikan busway Koridor IX dan X pada Desember 2010 mendatang.
(her/vit)











































