Direktur Badan Advokasi Publik (BAP) Riau, Rawa El Ramadi mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (3/08/2010) di Pekanbaru.
Rawa menjelaskan, pihaknya pernah melakukan survey mengenai kinerja anggota dewan pada tahun 2002-2003. Hasilnya, dalam kurun waktu 16 bulan, hampir 50 persen anggota dewan dari berbagai fraksi tidak masuk kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rawa berkeyakinan, hasil suvey tahun 2002 ituΒ tidak jauh berbeda dengan saat ini. Malah bukan tidak mungkin, tingkat kehadiaran anggota dewan saat ini lebih buruk.
"Kita belakangan ini memang tidak melakukan survey soal itu. Namun kita meyakini hasil survey yang lalu hasilnya tidak jauh beda dengan anggota dewan saat ini. Malah kami perkirakan yang sekarang ini lebih parah lagi dari sebelumnya,β kata Rawa.
Menurut Rawa, para anggota dewan tidak memiliki alasan yang jelas soal ketidakhadiriannya. Hal ini disebabkan mereka merasa memiliki kekuatan politik. Sementara, kontrol yang lemah dari masyarakat membuat para anggota dewan semakin semena-mena dalam menjalankan tugasnya.
"Jadi saya kira, apa yang dilakukan para anggota dewan di pusat yang malas masuk kerja, kondisinya sama saja di daerah. Mereka bekerja hanya berdasarkan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan saja. Kalau kepentingan rakyat itu nomor kesekian," kata Rawa.
(djo/djo)











































