"Pertama, masih terjadi kemiskinan ekstrem, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan kelaparan pada anak-anak khususnya di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara," kata Wapres Boediono.
Hal itu disampaikan dia di depan perwakilan 25 negara dalam acara 'Special Ministerial Meeting for MDGs Review in Asia and The Pacific. Run Up To 2015' di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, angka kematian bayi dan ibu saat melahirkan masih tergolong tinggi. Disamping itu jumlah orang yang hidup dengan virus HIV/AIDS juga terus bertambah.
"Terakhir, banyak negara telah kehilangan tutupan lahan hutan pada tingkat yang membahayakan. Emisi CO2 menunjukkan angka yang tinggi di seluruh kawasan, kecuali Asia Utara dan Tengah. Perubahan iklim telah meningkatkan kerentanan masyarakat miskin dan memperparah risiko krisis pangan," ungkap Boediono.
Dia menambahkan, saat ini dunia telah melewati krisis terburuk sejak credit depression tahun 1930 lalu. Namun, proses pemulihan dari krisis itu terjadi secara bervariasi antar negara. Negara-negara maju saat ini diperkirakan tumbuh rata-rata hanya 1-2 persen, sedangkan negara berkembang mengalami pertumbuhan 6-8 persen pada 2010.
"Kawasan Asia Pasifik menghadapi berbagai tantangan pembangunan, serta ketimpangan yang besar baik antara negara maupun dalam setiap negara," sambung Boediono.
(irw/vit)










































