Anggota DPR Suka Bolos Dianggap Makan Uang Haram

Anggota DPR Suka Bolos Dianggap Makan Uang Haram

- detikNews
Selasa, 03 Agu 2010 15:11 WIB
Anggota DPR Suka Bolos Dianggap Makan Uang Haram
Jakarta - Anggota DPR periode ini sungguh lambat menggarap tugas legislasi dan sering membolos. Oleh karena itu anggota DPR pun dinilai makan gaji buta dan uang haram.

"Buat saya anggota DPR itu makan uang haram. Kalau memang mereka tidak mau masuk ya tidak usah digaji pada saat rapat," ujar Peneliti Politik LIPI Ikrar Nusa Bakti kepada detikcom di Kantor LIPI, Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Ikrar mengaku kecewa karena kinerja anggota DPR makin hari makin buruk. Bahkan tingkat kehadiran anggota DPR pun makin memprihatinkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya miris melihat absensinya dari awal 80 persen sekarang sudah 70 persen. Ini baru setahun ya, bagaimana tahun-tahun berikutnya," keluh Ikrar.

Menurut Ikrar sudah saatnya anggota DPR memilih tugas mereka. Tetap mewakili rakyat atau keliling kampanye untuk partai mereka.

"Pekerjaan mereka adalah mewakili rakyat. Kalau mereka melaksanakan tugas partai dan beralasan tidak hadir dalam rapat DPR, sebaiknya pilih salah satu saja," tantangnya.

Anggota DPR periode ini sungguh lambat menggarap tugas legislasi dan sering membolos. Oleh karena itu anggota DPR pun dinilai makan gaji buta dan uang haram.

"Buat saya anggota DPR itu makan uang haram. Kalau memang mereka tidak mau masuk ya tidak usah digaji pada saat rapat," ujar Peneliti Politik LIPI Ikrar Nusa Bakti kepada detikcom di Kantor LIPI, Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Ikrar mengaku kecewa karena kinerja anggota DPR makin hari makin buruk. Bahkan tingkat kehadiran anggota DPR pun makin memprihatinkan.

"Saya miris melihat absensinya dari awal 80 persen sekarang sudah 70 persen. Ini baru setahun ya, bagaimana tahun-tahun berikutnya," keluh Ikrar.

Menurut Ikrar sudah saatnya anggota DPR memilih tugas mereka. Tetap mewakili rakyat atau keliling kampanye untuk partai mereka.

"Pekerjaan mereka adalah mewakili rakyat. Kalau mereka melaksanakan tugas partai dan beralasan tidak hadir dalam rapat DPR, sebaiknya pilih salah satu saja," tantangnya.

(van/yid)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini