"Itu perlu diluruskan. Memang ada ledakan, tapi skalanya kecil, tidak akan berpengaruh banyak pada Bumi. Berita itu hanya dilebih-lebihkan," ujar Thomas saat berbincang dengan detikcom, Selasa (3/8/2010).
Ledakan di Matahari terjadi pada 1 Agustus pukul 16.00 WIB. Meski ledakannya cukup besar, namun skalanya hanya C2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Thomas mengatakan, ledakan dengan golongan kelas C, tidak akan berpengaruh banyak pada Bumi. Akibat yang mungkin terjadi hanya munculnya aurora (percikan cahaya di kutub) dan gangguan orbit satelit.
"Yang terganggu hanya orbitnya saja, tidak akan berpengaruh," kata Thomas.
Thomas yakin ledakan kali ini tidak akan berpengaruh banyak karena pihak NASA tidak memberikan peringatan apa-apa. Menurutnya, NASA hanya menginformasikan adanya ledakan di Matahari.
Ledakan dengan skala besar, kata Thomas, pernah terjadi pada 28 Oktober 2003 dengan skala X atau ekstrem. Saat itu, satelit di Bumi memang terganggu.
"Kalau ledakan paling besar biasanya diberi kode X kalau hanya menengah M," kata Thomas.
(ken/nrl)










































