Tujuh Hama Perusak Reformasi Indonesia

Tujuh Hama Perusak Reformasi Indonesia

- detikNews
Selasa, 03 Agu 2010 11:14 WIB
Jakarta - Reformasi di Indonesia terus bergulir seiring semangat pembangunan. Sayangnya di dalam perjalanannya, reformasi terus digerogoti oleh hama yang menyamarkan makna dan tujuan awal reformasi itu.

"Reformasi dilanda oleh tujuh hama, yakni politik tanpa politik, hukum tanpa keadilan, negara tanpa nation, demokrasi tanda demokrasi, ekonomi tanpa keberpihakan, kekuasaan tanpa kepemimpinan, dan Indonesia tanpa keindonesiaan," ujar pengamat politik LIPI Mochtar Prabottinggi dalam seminar 'Membangun Rumah Indonesia, Memihak Bangsa Sendiri' di kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (3/8/2010).

Mochtar melihat reformasi utamanya dalam semangat demokratisasi juga tidak efektif. Pemimpin di Indonesia tidak memahami bagaimana meningkatkan kesejahterakan rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Demokrasi gadungan di era reformasi sekarang ini justru membuat rakyat semakin menderita. Yang salah bukan demokrasinya melainkan distursi parah yang dilakukan oleh para pelaksananya," terang Mochtar.

Mochtar menyampaikan permasalahan sistemik yang terjadi dalam reformasi di Indonesia karena rusaknya jiwa moralitas pejabat di Indonesia. Kesalahan ini utamanya karena semangat korupsi, masalah multisektoral di Indonesia ini hanya bisa dituntaskan dengan asas pembuktian terbalik.

"Pelaksanaan asas pembuktian terbalik akan menghidupkan kembali penghargaan bangsa
kita kepada solidaritas, inklusivisme, keadaban, dan kesaling percayaan. Itu juga akanย  menjunjung kesetaraan, keadilan, rasionalitas politik, dan supremasi hukum," terangnya memberi solusi. (van/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads