"Reformasi dilanda oleh tujuh hama, yakni politik tanpa politik, hukum tanpa keadilan, negara tanpa nation, demokrasi tanda demokrasi, ekonomi tanpa keberpihakan, kekuasaan tanpa kepemimpinan, dan Indonesia tanpa keindonesiaan," ujar pengamat politik LIPI Mochtar Prabottinggi dalam seminar 'Membangun Rumah Indonesia, Memihak Bangsa Sendiri' di kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (3/8/2010).
Mochtar melihat reformasi utamanya dalam semangat demokratisasi juga tidak efektif. Pemimpin di Indonesia tidak memahami bagaimana meningkatkan kesejahterakan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mochtar menyampaikan permasalahan sistemik yang terjadi dalam reformasi di Indonesia karena rusaknya jiwa moralitas pejabat di Indonesia. Kesalahan ini utamanya karena semangat korupsi, masalah multisektoral di Indonesia ini hanya bisa dituntaskan dengan asas pembuktian terbalik.
"Pelaksanaan asas pembuktian terbalik akan menghidupkan kembali penghargaan bangsa
kita kepada solidaritas, inklusivisme, keadaban, dan kesaling percayaan. Itu juga akanย menjunjung kesetaraan, keadilan, rasionalitas politik, dan supremasi hukum," terangnya memberi solusi. (van/lh)











































