"Kami akan bertahan, mengubur diri hingga sampai tuntutan dipenuhi," kata Ibu Salmah,(42) di lokasi, Selasa, (3/72010).
Selain Salmah, ikut mengubur diri juga Yatnon, Mba Jojo dan Untung. Akibat tekanan tanah tersebut, Mba Jojo sempat tak tahan dan diangkat ke atas dengan dipapah. Beberapa yang lain juga mulai lemah dan terus bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya di atas tanah tersebut akan dibangun gedung Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Tapi karena warga telah menempati sejak tahun 50-an, mereka meminta ganti rugi yang layak.
Hingga saat ini, secara bergantian mereka bertahan di lubang sedalam 50 cm tersebut. "Pemerintah jangan asal gusur," kisahnya.
(asp/mad)











































