"Pelaku pelecehan itu seperti orang sakit. Perlu ada satuan pengamanan yang bertindak untuk menjaga keamanan penumpang," ujar Pengamat Kebijakan Publik dan Transportasi, Agus Pambagio, kepada detikcom, Senin (2/8/2010).
Satuan pengamanan tersebut menggunakan jasa dari Satpol PP atau pengaman sendiri dari pihak Transjakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menjelaskan, selain pengamanan di dalam bus Transjakarta, perlu juga diberikan sosialisasi kepada tiap penumpang agar selalu berhati-hati saat berada di dalam bus.
"Seperti stiker yang dipasang di dalam bus bertuliskan 'Hati-hati terhadap pelecehan', " terangnya.
Bagi penumpang perempuan, diharapkan untuk tidak berpakaian berlebihan yang dapat mengundang para pelaku untuk bertindak di dalam bus Transjakarta.
"Kita berhubungan dengan orang sakit dan perempuan sebaiknya berpakaian sopan saat menggunakan bus," paparnya.
(fiq/mad)











































