"Sebaiknya ada CCTV di dalam setiap bus dan untuk setiap penumpang harus selalu waspada. Apalagi kalau ada orang yang sudah mulai terlihat iseng, tegur saja," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hamidin kepada detikcom, Senin (2/8/2010) malam.
Selain itu, perlu ada petugas pengamanan di dalam bus. Hamidin mengaku siap membantu dengan mengirim anggotanya jika dibutuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saran lain bagi pengelola TransJ adalah pengumuman secara berkala oleh agar para penumpang selalu waspada terhadap aksi pelecehan seksual. Tidak hanya itu, penumpang yang sudah terlihat mencurigakan juga harus selalau diawasi.
"Jadi pas mau berhenti jangan cuman pengumuman barang bawaan, tapi ada pemberitahuan soal bahaya pelecehan seksual. Penumpang lain juga diimbau supaya lebih proaktif kalau ada yang mencurigakan," tegasnya.
Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah dan Trisakti menjadi korban pelecehan seks oleh PNS BPKP berinisal DA pukul 11.00 WIB. Korban naik bus TransJ dari shelter Cempaka Putih menuju Harmoni.
Tersangka pada awalnya mencium tangan korban saat bus melakukan pengereman mendadak. Melihat korban tak melawan, tersangka melanjutkan aksinya lebih jauh hingga meraba payudara.
(mad/fiq)











































