Memajukan Banda dengan Kawasan Ekonomi Khusus

Sail Banda 2010

Memajukan Banda dengan Kawasan Ekonomi Khusus

- detikNews
Senin, 02 Agu 2010 15:31 WIB
Memajukan Banda dengan Kawasan Ekonomi Khusus
Banda Naira - Di tengah hiruk pikuk Sail Banda 2010, sekitar 500 warga Banda menghadiri Kongres Masyarakat Banda se-Indonesia 2010. Salah satu hasil kongres: mendorong status kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk kemajuan Banda.

Kongres ini telah digelar pada 25-26 Juli 2010 di Istana Mini, Banda Naira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Lima ratus warga yang hadir merupakan tokoh dan para warga Banda yang merantau ke provinsi lain.

"Semua perwakilan hadir. Ada tokoh Banda yang datang dari Jakarta, Aceh, Kalimantan, dan lain-lain," kata Hamdi Baadilla saat berbincang-bincang dengan detikcom dan Republika, Senin (2/8/2010) di Banda Naira. Hamdi merupakan pemuda setempat yang menjadi ketua panitia lokal Kongres Masyarakat Banda.

Kongres ini digelar sebagai bentuk kepedulian para warga dan tokoh Banda terhadap masa depan. Kongres juga dibiayai secara swadaya oleh masyarakat sendiri, tanpa bantuan pemerintah. "Konsumsi juga sumbangan dari kita-kita," ujar dia.

Menurut Hamdi, ada tiga hal yang disepakati dalam kongres itu. Pertama, menggali budaya Banda yang sudah terpendam dengan membentuk Lembaga Adat Masyarakat Banda.

Kedua, meningkatkan pembangunan Banda dengan meningkatkan status dari kecamatan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Terhadap hal ini, Hamdi mengakui pembahasan cukup alot.

Di awal sempat muncul 4 opsi terkait peningkatan status, yaitu kabupaten/kota, otoritas, KEK, dan warisan dunia. Dari mayoritas peserta kongres, suara sebenarnya memilih peningkatan status Banda menjadi kabupaten atau kota.

"Namun, syarat-syaratnya terlampau sulit, seperti misalnya untuk membentuk kabupaten, minimal ada lima kecamatan. Akhirnya, KEK yang kami pilih," ujar Hamdi.

Ketiga, peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan pelatihan dan studi bagi warga Banda.

Menurut Hamdi, yang paling menonjol untuk diangkat dari tiga hasil itu adalah peningkatan status Banda menjadi KEK. "Inti dari status KEK adalah peningkatan bisnis pariwisata dan budaya dengan didorong peningkatan bisnis di perikanan dan perkebunan," ujar pria yang sehari-hari bergelut di bidang pariwisata itu.

Agar peningkatan ekonomi ini berjalan lancar, menurut Hamdi, maka perlu perbaikan transportasi untuk menjangkau Banda. "Transportasi ini sangat penting, untuk memajukan Banda," jelas Hamdi.

Rencananya, hasil Kongres Masyarakat Banda itu disampaikan kepada Presiden SBY saat berkunjung ke Banda, Selasa (3/1/2010) besok. "Tapi, karena SBY batal berkunjung, nanti hasil ini akan kami sampaikan Presiden di Jakarta," ujar Hamdi.

(asy/nrl)


Berita Terkait