Pantauan detikcom, Senin (2/8/2010) sejak pukul 12.00 wit, personel kepolisian Satlantas maupun TNI meminta para pengendara mobil berflat hitam maupun angkot untuk tidak memarkir di ruas jalan yang akan dilalui Presiden.
Sementara itu, enam buah tank dengan moncong senjata di arahkan ke ruas jalan juga disiapkan. Ini terlihat di ruas jalan Jenderal Sudirman, Jl. Philip Latumahina, Jalan Poka dan beberapa ditempatkan di sepanjang menuju Bandara Internasional Pattimura.
"Presiden datang saja, kok pengamanan kayak ada musuh yang akan serang," cetus warga di jalan Jenderal Sudirman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lain sisi, areal Pelabuhan Yos Sudarso, yang akan dijadikan sebagai lokasi puncak Sail Banda 2010 dan akan dibuka Presiden SBY, disterilkan dari warga maupun pengunjung. Bahkan tak terlihat satupun warga yang memasuki areal pelabuhan.
Wartawan yang masuk pun diperiksa dan harus menunjukkan id card. Ini dialami detikcom maupun sejumlah wartawan nasional maupun lokal lainnya.
Pangdam XVI Pattimura, Mayor Jenderal TNi Hatta Syarifuddin kepada wartawan mengatakan, pengamanan diperketat karena pihaknya tidak ingin kejadian seperti Harganas di lapangan Merdeka Ambon terulang kembali. "Jadi persoalan keamanan Presiden dan acara Sail Banda dilakukan secara professional dan mengikuti aturan Protap Kepresidenan," tandas Pangdam, kepada wartawan di Ambon.
Diungkapkan, sebanyak 6.170 personel aparat keamanan dari TNI dan Polri siap mengamankan kegiatan pelayaran bertaraf internasional, Sail Banda 2010, pada 24 Juli hingga 17 Agustus 2010. "Kesiapan ini juga termasuk pengamanan VVIP untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dijadwalkan menghadiri puncak Sail Banda di Kota Ambon pada 2-3 Agustus 2010," kata Pangdam.
Syafruddin. Menurut Pangdam, kegiatan Sail Banda merupakan agenda nasional yang perlu disukseskan, mengingat dampaknya sangat besar bagi kelangsungan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Maluku. "Sail Banda adalah momentum tepat untuk menggerakkan pembangunan karena berdampak bagi terbukanya peluang investasi skala besar di daerah ini," katanya.
Kendati kondisi keamanan di Maluku semakin aman, personel keamanan diingatkan untuk selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan, termasuk upaya oknum-oknum tertentu yang ingin menggagalkan kegiatan pelayaran internasional tersebut.
"Kesiapasiagaan aparat keamanan harus terus ditingkatkan untuk mengantisipasi setiap pergerakan yang akan mengganggu stabilitas keamanan sehingga penyelenggaraan Sail Banda berjalan sukses," ujarnya.
(djo/djo)










































