PB X Kembali Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional

PB X Kembali Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional

- detikNews
Senin, 02 Agu 2010 14:18 WIB
Solo - Pemerintah Kota Surakarta kembali mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Susuhunan Paku Buwono (PB) X. PB X dinilai memiliki peran besar dalam perjuangan nasional, terutama dalam memperbaiki perekonomian serta intelektual masyarakat.

Wakil Ketua Panitia Pengusul Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional PB X, Prof Dr Gunawan Sumodiningrat, mengaku memiliki bukti-bukti peran PB X dalam perjuangan bangsa Indonesia untuk memenuhi syarat pemberian gelar pahlawan nasional bagi raja yang memerintah di Kraton Surakarta tahun 1893 hingga 1939 tersebut.

"Kami telah bekerja keras 20 tahun untuk mengumpulkan bukti-bukti. Dalam masa pemerintahannya yang panjang, beliau melakukan berbagai upaya untuk memajukan perekonomian serta meningkatkan intelektual rakyatnya," ujar Gunawan yang juga cicit PB X, kepada wartawan di Solo, (2/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guru Besar ilmu ekonomi UGM tersebut mengatakan PB X tidak melakukan perjuangan dengan berhadapan secara frontal terhadap penjajah. PB X memakai metode perjuangan yang berbeda dengan tokoh pada jamannya yaitu dengan memperbaiki perekonomian serta intelektual masyarakat.

Dia menyontohkan PB X mendirikan pusat perekonomian bagi pribumi berupa sejumlah pasar tradisional yang cukup besar pada masanya. PB X juga mendirikan bank yang diberi nama Bandha Lumaksa.

Selain itu, PB X juga mendirikan sejumlah sekolah, menghidupkan jaringan listrik, kereta api serta jaringan drainase di Kota Solo dan sekitarnya.

"Sekolah-sekolah inilah yang akhirnya melahirkan tokoh-tokoh pergerakan nasional dari Solo. Peran besar beliau juga adalah memberikan beasiswa bagi anak-anak cerdas yang akhirnya tampil menjadi tokoh nasional seperti Dr Radjiman Widyoningrat, Prof Notonegoro dan lain-lainnya," ungkapnya.

Selama pemerintahannya, Solo juga menjadi pusat pergerakan karena keterbukaannya menerima berbagai ide dan gagasan perjuangan. Solo menjadi kota kelahiran Syarikat Dagang Islam (SDI) yang selanjutnya menjadi Syarikat Islam (SI), sebagai perintis organisasi politik kaum pribumi.

Sementara itu, Walikota Surakarta, Joko Widodo mengatakan pihaknya akan segera mengirim surat usulan gelar tersebut kepada Pemerintah Pusat melalui Pemprov Jawa Tengah.

Sebelumnya Pemkot Surakarta pernah mengirim surat serupa, namun belum diluluskan Pemerintah Pusat. Pada peringatan Hari Pahlawan 2009 lalu, Pemerintah Pusat menganugerahkan Bintang Maha Putera Pradana kepada PB X.

Diharapkan tahun ini gelar lebih tinggi, yaitu pahlawan nasional bisa diraih. "Data dan bukti yang kami dilampirkan jauh lebih komprehensif dibanding tahun lalu lampiran yang kami sertakan tahun lalu," ujar Joko Widodo.

Jika Pemerintah mengabulkan usulan tersebut, akan ada dua raja dari Kraton Surakarta yang mendapat gelar Pahlawan Nasional. Sebelumnya, Susuhunan Paku Buwono VI yang merupakan kakek dari PB X, juga telah diberi gelar pahlawan nasional.

PB VI adalah sekutu dekat Pangeran Diponegoro. Mereka melawan Kolonial Belanda dengan menggelar perang yang terkenal sebagai Perang Diponegoro atau Perang Jawa (1825-1830). PB VI ditangkap dan diasingkan ke Ambon hingga wafat di lokasi pembuangan.

(djo/djo)


Berita Terkait