"Pemerkosaan terjadi di mana saja, kapan saja dan siapun bisa menjadi korban," kata kepala unit kejahatan seksual Kepolisian Malaysia Deputi Superintendent Zaiton Che Lah seperti dikutip harian Malaysia, The Star, Senin (2/8/2010).
"Kita harus waspada karena kasus-kasus pemerkosaan telah meningkat sejak 2005," tuturnya. "Namun tren yang mengkhawatirkan adalah peningkatan pemerkosaan terhadap kaum muda, yang kami perkirakan sekitar 50 persen dari jumlah total kasus pemerkosaan tiap tahun," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru-baru ini, Malaysia digemparkan oleh berita pemerkosaan seorang anak perempuan berumur 10 tahun oleh sopir bus sekolahnya.
Tahun lalu, tercatat total 2.048 kasus pemerkosaan yang melibatkan anak perempuan berumur 16 tahun ke bawah. "Anak-anak sekarang terlibat dalam hubungan lebih dini, jadi mereka lebih rentan. Banyak yang mudah diperdaya dan tidak mampu membela diri dalam situasi berisiko," kata Zaiton.
Dikatakan Zaiton, sebagian pelaku pemerkosaan adalah kekasih korban. Namun banyak pula korban yang diperkosa oleh kenalan pria yang baru saja bertemu.
(ita/nrl)











































