Pong yang namanya moncer akibat aksi nekatnya mencoreti atap Gedung Kura-kura, ingin menyampaikan aspirasinya sesuai prosedur yang benar. Pemeran film 'Bernafas Dalam Lumpur' itu ingin membahas soal tabung gas dan masalah lain yang menyangkut rakyat.
"Saya mau menghadap pimpinan. Siapa sajalah boleh siapapun. Kemarin saya disuruh menyampaikan aspirasi sesuai prosedur. Makanya saya mau sesuai dengan prosedur," kata Pong di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat memanjat atap Gedung Kura-kura, Pong hanya mengenakan kemeja putih. Masih sama dengan sebelumnya, Pong datang sendirian.
"Kenapa saya berpakaian rapi? Karena ini kan pertemuan formal, makanya saya pakai jas," ujarnya.
Pong mengaku datang menemui pimpinan DPR bukan karena ada undangan. Pong datang atas inisiatif sendiri. Menurut Pong, dalam pertemuan dengan pimpinan DPR nantinya, Pong ingin mengungkapkan agar masalah tabung gas bisa cepat selesai.
"Karena ini kan sudah mendekati puasa. Saya minta agar tabung-tabung gas itu dicek. Agar jangan sampai ada KW-KW yang beredar," tukasnya.
Hingga pukul 11.25 WIB, Pong masih tampak menunggu di ruang pimpinan lantai 3 Gedung Nusantara III DPR.
(gus/ken)











































