Demikian pantauan detikcom di Koridor V, tepatnya sepanjang perempatan besar Matraman hingga kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (2/8/20010).
Sejumlah petugas kepolisian memang tampak berjaga di sejumlah titik yang rawan penyerobotan jalur TransJ, antara lain di depan Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, perempatan dekat PBNU, serta putaran depan Mapolres Metro Jakpus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena dijaga penuh oleh polisi, jalur TransJ yang ditutup tersebut tampak bersih dari kendaraan. Antara pukul 08.00 -09.00 WIB, tidak ada pengendara mobil atau motor yang ditilang akibat menyerobot jalur TransJ ini.
"Sementara ini belum ada. Tapi misalnya ada yang melanggar pasti akan kita tilang," kata salah satu petugas Polres Jakpus, Briptu Tomo, yang kebagian tugas menjaga perempatan di depan Kampus UI Salemba.
Namun, kondisi berbeda terjadi di perlintasan busway di depan Perpustakaan Nasional dan di depan Kampus STIE YAI. Di lokasi pertama, masih ada saja beberapa penunggang sepeda motor yang nakal memakai jalur bus TransJ.
Di depan STIE YAI, puluhan kendaraan baik mobil maupun motor berebut masuk jalur TransJ. Tidak ada petugas yang berjaga di jalur TransJ sepanjang 100 meter menuju fly over Senen tersebut. Kemacetan pun tidak bisa dihindarkan.
Tomo mengatakan, selama ini memang tidak ada petugas bantuan dari TransJ maupun lainnya untuk menjaga jalur busway sepanjang Matraman-Senen. Padahal, jalur ini rawan diserobot oleh kendaraan lain.
"Kita terus terang saja kekurangan personel untuk mengamankan jalur busway. Karena fokus ke jalur busway kadang justru juga tidak bisa mengamankan jalur biasa. Belum lagi bila menangani pelanggar busway, kita malah kena protes," katanya.
Hingga pukul 09.00 WIB, sterilisasi masih berlangsung. Namun, satgas yang disebut-sebut akan diterjunkan untuk pengendalian jalur TransJ, masih belum tampak di lapangan untuk membantu polisi. (irw/nrl)











































