Dengan bertajuk "Amazing South Sulawesi: the Traditional Wedding Ceremony" acara tersebut berhasil memikat lebih dari 400 undangan yang memenuhi Grand Ballroom di Chatrium Hotel, Yangon, Myanmar.
Kegiatan ini juga merupakan salah satu pendekatan komprehensif dari KBRI Yangon dalam menjalankan misi diplomasinya di Myanmar yang tidak hanya terfokus di bidang politik saja. Tetapi juga bidang-bidang lainnya termasuk sosial budaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibantu oleh tokoh asal Sulawesi Selatan yaitu Andi Erna Witoelar, yang turut serta dengan membawa anggota tim kesenian dari Indonesia sebanyak 22 orang, pergelaran atau prosesi seni budaya pengantin Makassar kian lengkap. Dimulai dari tari marellau pamase dewata, prosesi simorong, tari sere lolosu, prosesi riampori benno - ripassesu ri’menrawe - ri tettongeng awo ulaweng, tari pakarena, prosesi mapalettu nikah – mappasikarawa - jai kamma – marellau a’dampeng, tari bosara dan tari balenteng tomenpare.
"Kita berupaya untuk menampilkan seluruh prosesi acara layaknya prosesi pengantin sebenarnya, agar terlihat jelas keluhuran nilai dan budaya kita" jelas pimpinan produksi acara tersebut, Andi Tenrisau Sapada.
Undangan yang hadir dalam acara tersebut tampak berdecak kagum, dan berkata "Amazing South Sulawesi, amazing Indonesia".
(anw/anw)











































