FBR Merasa Didiskreditkan dalam Insiden Rempoa

FBR Merasa Didiskreditkan dalam Insiden Rempoa

- detikNews
Minggu, 01 Agu 2010 14:29 WIB
Jakarta - Bentrokan di Rempoa, Jaksel, pada Sabtu (31/7) memiliki banyak versi. Polisi punya cerita, warga Rempoa punya kisah, FBR juga punya kesaksian berbeda. Karena perbedaan itulah Ketua Forum Betawi Rempug (FBR) Luthfi Hakim merasa kelompoknya didiskreditkan.

Dia menegaskan, kelompoknya tidak memulai bentrokan. "Yang ada, tiba-tiba kita diserang," katanya saat berbincang dengan detikcom, Minggu (1/8/2010).

Luthfi mencontohkan mobil yang dibakar massa. "Itu mobil yang dibakar isinya ibu-ibu yang habis datang Milad kita. Lalu, kok tiba-tiba kita yang dideskriditkan, diberitakan yang nggak-nggak, " katanya. Dalam kronologi yang dirilis polisi, mobil itu Nissan Serena dibakar oleh massa FBR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota FBR, lanjut Luthfi, tidak berniat untuk berkelahi dengan kelompok massa yang disebutnya Latar Kembang. Isu soal perebutan lahan parkir pun dibantah oleh Luthfi.

"Kalau selama ini kita dibilang rebutan lahan parkir, sama sekali tidak ada niat untuk menyerang karena itu. Buat apa kita nyerang saat ada ibu-ibu dan anak-anak. Kita juga inginnya damai," jelasnya.

Luthfi sudah mengimbau agar anggotanya cooling down. "Itu, kalau anggota saya tidak menahan diri, mungkin bisa lanjut sampai sekarang (bentrokan). Tapi kita sudah menahan diri, malah kantor kita juga terus diserang. Tapi kok malah anggota kami yang ditahan?" ujar Luthfi heran.

Luthfi berpendapat ada kelompok tertentu yang ingin menjatuhkan citra FBR dengan cara membuat bentrokan sampai akhirnya FBR yang dipersalahkan.

"Biarkan saja, saya juga tidak akan memaksa masyarakat untuk memahami kami. Biar saja, yang penting niat kita tidak ada jelek," ujarnya.
(ayu/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads