"Sebenarnya FBR itu adalah korban. Lho itu motor dan mobil yang dirusak itu adalah anggota kami. Itu motor punya anggota kami. Kami yang terlebih dahulu diserang sama warga," ujar Direktur LBH FBR Harry Ibrahim di Polres Jakarta Selatan, Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Minggu (1/8/2010). Harry menjenguk puluhan anggota FBR yang diamankan polisi.
Menurutnya, pada Sabtu (31/7) malam, FBR sedang menggelar milad di Kubah Emas, Depok. Saat pulang, bendera-bendera FBR di kawasan Rempoa telah dicopot.
"Pas kita lewat kita ditimpuki. Anggota membalas karena tidak terima. Makanya sebenarnya yang korban adalah kami," jelas Harry.
Harry dan 3 pengacara FBR lainnya yang datang ke Polres Jakarta Selatan mengaku kecewa karena tidak bisa mendampingi kliennya. Alasannya, mereka tidak memiliki izin dari Kapolres Jakarta Selatan.
"Katanya harus menunggu perintah dari Kapolres," ucapnya.
(nrl/nrl)











































