"Kita terlalu banyak toleransi dalam penegakkan hukum. Seperti memang ada pembiaran kepada mereka," kata Kriminolog UI, Erlangga Masdiana saat dihubungi detikcom, Minggu (1/8/2010).
Menurut Erlangga, premanisme di kalangan ormas akan sulit dibasmi jika penegakkan hukum masih lemah. Bahkan dosen kriminolog UI ini menuding, tidak jarang premanisme juga dipelihara oleh aparat itu sendiri.
"Preman memang ada yang berhubungan baik dengan polisi. Aparat seringkali menggunakan mereka secara fungsional," imbuhnya.
Masalah premanisme ormas, lanjut Erlangga, tidak hanya berkaitan dengan penegakkan hukum. Perlu upaya komprehensif untuk membenahi sistem sosial masyarakat.
"Perlu ada pendekatan ekonomi dan sosial. Pemerintah harus melihat ini dalam konteks yang lebih luas," tandasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Sabtu (31/7), ratusan anggota FBR bentrok dengan massa Rempoa. Bentrokan pun meluas hingga ke Tanah Kusir dan Jl Arteri Pondok Indah. Diduga bentrokan disebabkan masalah sepele. Namun, bentrokan menyebabkan sejumlah rumah, klinik, dan motor rusak serta menyebabkan kemacetan.
(ape/ape)











































