Coretan Pong Bukan Vandalisme Melainkan Semiotika Politik

Coretan Pong Bukan Vandalisme Melainkan Semiotika Politik

- detikNews
Minggu, 01 Agu 2010 08:35 WIB
Coretan Pong Bukan Vandalisme Melainkan Semiotika Politik
Jakarta - Pong Harjatmo, mendadak ramai diperbincangkan akibat ulahnya yang mencoret atap gedung 'kura-kura' DPR. Aksi artis senior ini dinilai sarat dengan pesan politik.
Β 
"Itu bukan vandalisme. Tapi semiotika (ilmu tentang tanda dan simbol) politik," kata pengamat politik Rocky Gerung saat dihubungi detikcom, Sabtu (31/7/2010).

Menurut Gerung, semiotika yang digunakan Pong jelas ditujukan kepada anggota parlemen. Aksi Pong mewakili kejengkelan publik terhadap kondisi parlemen.

Hal itu dilakukan Pong, karena kanal demokrasi yang selama ini ada tidak berfungsi dengan baik. "Kanal untuk partisipasi itu tersumbat," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerung tidak sepakat jika aksi nekat Pong ditimbang dengan ukuran etika. Pong secara sadar memang mencoret gedung politik. Tapi secara semiotika politik, Pong telah mencoret muka anggota DPR.

"Ini grafiti akademis. Jujur, adil dan tegas itu memang perliaku yang jauh dari DPR saat ini," tukasnya.

Coretan tiga kata itu bisa dianggap kritikan tegas terhadap mental para senator. Namun, perilaku Pong belum bisa dikategorikan sebagai pembangkangan terhadap negara.

"Ini belum masuk pada pembangkangan sosial tapi masih bentuk kepedulian makanya mengkritik," tandasnya.

(ape/ape)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads