Kabid Humas Polda Papua, Kombes Wachyono saat dihubungi detikcom via telepon selulernya, Sabtu (31/7/2010) sore, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, Lala, wartawati harian Bintang Papua dalam laporannya ke Polres Manokwari mengaku menemukan secarik kertas yang dibubuhi cap darah, sekitar pukul 18.00 WIT.
"Jadi, benar ada wartawati di Merauke yang kembali diteror namun kali ini tidak melalui sms tapi melalui secarik kertas yang di dalamnya menuliskan ancaman pembunuhan," akunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung apakah teror tersebut berkaitan dengan kematian salah satu wartawan TV lokal Merauke, Wachyono menampiknya. Menurut dia, dari dugaan sementara teror tersebut kemungkinan berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada di Merauke.
Berikut isi surat ancaman tersebut :
'Ingat kami tidak pernah main dengan ancaman kami. Kami tahu polisi sedang mencari siapa oknum itu. Maaf kami tidak lengah. Mati kamu.'Wartawan DievakuasiSementara, untuk alasan keselamatan, penerima teror ancaman pembunuhan dalam surat bercap dan berlumuran darah, Lala, wartawati koran harian Bintang Papua yang bertugas di Kabupaten Merauke, Minggu (1/8/2010) akan dievakuasi ke Jayapura. Rencananya Lala akan diberangkatkan dengan menumpang pesawat Merpati Air Lines, pada penerbangan pertama pukul 09.30 WIT.Β "Untuk keselamatan Lala akan dievakuasi ke Jayapura karena ada teror lagi melalui surat berlumuran darah sore tadi. Dan ini semua inisiatif dari pihak Polres Merauke," kata Amri Pemimpin Redaksi Bintang Papua kepada detikcom. (ape/ape)











































