Disiplin Berkendara Salah Satu Kunci Atasi Kemacetan

Disiplin Berkendara Salah Satu Kunci Atasi Kemacetan

- detikNews
Sabtu, 31 Jul 2010 10:09 WIB
Disiplin Berkendara Salah Satu Kunci Atasi Kemacetan
Jakarta - Para pengendara kendaraan bermotor kerap kurang disiplin di jalan. Perilaku pengendara yang kurang patuh itu, berdampak terhadap kemacetan lalulintas di Jakarta.

"Masyarakat harus meningkatkan budaya disiplin dalam berlalulintas," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo di SPN Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (31/7/2010) dinihari.

Kapolda mengungkapkan, kemacetan ini terkait dengan pelanggaran lalulintas. Semakin banyak pengendara yang melanggar, kemacetan semakin banyak terjadi.

"Contohnya, menghentikan kendaraan di tempat sembarang," katanya.

Menurut Kapolda, permasalahan lalulintas tidak bisa dilakukan oleh institusi polri semata. Pengentasan masalah kemacetan diperlukan kerjasama semua stakeholder yang ada.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri tapi harus lintas sektoral. Diperlukan kerjasama berbagai instansi terkait," ungkapnya.

Kapolda juga memandang pentingnya kesadaran masyarakat dalam berlalulintas. "Jadi kita juga perlu masyarakat untuk menyadari semua ini," ungkapnya.

Selain dari sikap dan perilaku masyarakat, Kapolda juga mengatakan perlunya peningkatan transportasi massal agar bisa mengangkut warga dalam jumlah banyak.

"Perlu ditingkatkan lagi transportasi massalnya juga," katanya.

Kapolda menyadari, ketidaknyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik membuat masyarakat beralih ke kendaraan pribadi.

Belum lagi pelecehan seksual yang terjadi dalam angkutan umum membuat masyarakat semakin enggan menggunakan transportasi publik.

Guna menghindari kriminalitas di dalam angkutan umum, Kapolda mengimbau agar masyarakat selalu waspada. "Tidak menggunakan perhiasan yang mencolok dan tidak membawa barang berharga dalam tas dalam jumlah banyak," tutupnya.

(mei/nik)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini