"Kendala delay koordinasi dengan bandara karena ada antrean pesawat, runway penuh sehingga menunggu untuk take off landing," ujar Kasubdit Angkutan Udara Berjadwal Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hemi Pamuraharjo.
Hemi menyampaikan itu dalam Lokakarya Media Massa Kemenhub di Hotel Horison, Jl Pelajar Pejuang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/7/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ATC normalnya menghandel 21 pesawat 1 jam, ini sampai 32 pesawat. Antisipasinya pembicaraan ATC & cockpit dikurangi dari 14 detik jadi 10 detik per kontak," kata dia.
Hal ini berefek untuk mempercepat pelayanan pesawat take off-landing dan mengurangi terjadinya delay.
Antisipasi kedua, adalah memperpanjang waktu operasi bandara. Karena jika delay, terkadang waktu operasi bandara tujuan sudah habis.
Extra Flight
Sementara itu hingga Jumat, pihaknya masih menerima permohonan 4 dari 10 maskapai penerbangan berjadwal untuk rute dalam negeri.
Yaitu Merpati Nusantara, Mandala Airline, Metro Batavia dan Indonesia Air Asia. "Ada 21 rute dalam negeri dengan 408 frekuensi, 125.822 tempat duduk per minggu," paparnya.
Sedangkan untuk rute luar negeri, ada 4 maskapai yang mengajukan. Yaitu Air Asia Berhad, Silk Air, Singapore Airlines dan Indonesia Air Asia. 11 Rute diajukan dengan 67 frekuensi mencakup 27.248 per minggu.
"Bagi maskapai segera ajukan extra flight. Jangan tiba-tiba ajukan extra flight minta prime time semua. Nanti stuck di taxy way, runway dan approach area," kata dia.
Jumlah pemudik dengan angkutan udara tahun ini diprediksi meningkat 15 persen dari tahun 2009 dari 1.717.714 orang menjadi 1.970.717.
(nwk/mok)











































