Melintas Jalur 'Neraka' di Perairan Majene

Sandeq Race 2010

Melintas Jalur 'Neraka' di Perairan Majene

- detikNews
Jumat, 30 Jul 2010 19:53 WIB
Melintas Jalur Neraka di Perairan Majene
Majene - Lomba Perahu Layar Sandeq memasuki etape kedua yang melintasi perairan Deking-Somba dan berjarak 50 kilometer. Dalam mengarungi rute ini para peserta tampak harus menguras tenaga ekstra untuk mendayung, karena angin tak terlalu kencang.

"Untuk jalur Deking-Somba memang anginnya kurang kencang. Jadi kami terpaksa
lebih banyak mendayung supaya kapal bisa melaju kencang," ujar Kale, asisten punggawa (asisten nahkoda) kapal berbendera Mandala Bintang Timur kepada detikcom, Jumat (30/7/2010).

Karena kondisi angin yang tidak seberapa kencang, para peserta yang berjumlah 42 perahu, tidak mengalami kendala berarti untuk mencapai garis finis. Namun, kata Kale, kondisi berbeda akan dihadapi peserta di etape berikutnya yakni saat melintasi perairan Majene.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Majene, angin dan ombak di perairan tersebut sangat besar sehingga berpotensi mematahkan tiang layar, bahkan menggulingkan kapal.

"Jalur Majene memang dikenal sebagai jalur neraka bagi para peserta. Itu sebabnya para peserta menyiapkan perahu cadangan untuk mengantisipasi kerusakan pada perahu-perahu mereka," jelas Muhammad Ridwan Alimuddin saat berbincang dengan detikcom.

Perairan Majene yang terletak di wilayah Sulawesi Barat sempat menjadi sorotan publik. Ini terjadi ketika pesawat Adam Air jenis Boeing 737-400 dengan nomor penerbangan DHI 574, yang melayani rute penerbangan Surabaya-Manado, jatuh di perairan itu.

Dalam peristiwa naas yang terjadi pada Senin, 7 Januari 2007 silam, sebanyak 85 orang dewasa, 7 anak-anak, 5 balita, 4 awak kabin serta pilot dan kopilotnya dinyatakan tewas. Hingga saat ini jasad mereka tidak bisa ditemukan lantaran diduga terkubur di dalam laut.

(ddg/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads