"Saya sudah sempat melaporkan masalah saya kepada anggota Komisi III DPR Azis Syamsuddin. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Mereka hanya bisa janji-janji saja," kata Azwan di LBH Jakarta, Jalan Mendut, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Azwan mengatakan, dirinya juga pernah lapor ke Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Waktu itu Satgas berjanji akan mempelajari kasus ini. "Saya juga pernah lapor ke Satgas Mafia Hukum, bertemu dengan salah satu stafnya, katanya akan dipelajari," ujarnya.
Tapi berbulan-bulan lamanya belum ada kabar juga tentang janji yang diberikan Satgas. Sampai beberapa minggu lalu, Azwan menghubungi lagi salah satu staf Satgas.
"Tapi jawabannya menyakitkan. Dia bilang itu bukan urusan kami. Itu tugas Deputi Hukum, katanya. Saya kecewa dia ngomong seperti itu," tutur Indra.
Oleh karena itu, lanjut Azwan, dia akan mencoba bertemu dengan Presiden SBY untuk menyampaikan masalah yang dia alami.
"Oleh karena itu hari ini saya mau bertemu langsung dengan Presiden untuk menyampaikan keluhan dan masalah yang saya alami," ujarnya.
Azwan rela berjalan kaki dari Malang untuk meraih simpati dan ingin bertemu Presiden SBY. Anaknya, Rifki Andika (7), tewas akibat kecelakaan yang melibatkan Kompol Joko Sumantri.
Namun, proses hukum atas kasus itu berjalan sangat lamban, sehingga tersangka baru disidangkan setelah 15 tahun kemudian alias pada 2008 lalu.
Di ujung keputusannya, hakim membebaskan Joko dari segala dakwaan. Alasan hakim, kasus tabrakan yang merenggut nyawa Rifki itu telah kadaluwarsa.
Sebelumnya Azwan juga sudah pernah melakukan aksi mogok makan di Monas pada 2009 lalu.
(anw/nrl)











































