"Saya bisa maklumi itu, kita jangan dulu negative thinking dan harus instrospeksi diri kita," kata Nudirman kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/7/2010).
Menurut mantan pengacara ini, sikap Pong yang beraksi nekat ini sebagai ungkapan kekecewaan yang wajar dari rakyat. Aksi Pong ini menunjukkan, Pong cinta tanah air dan sayang kepada DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nudirman lebih memilih melihat aksi Pong ini sebagai sindiran dan kritikan kepada dewan untuk lebih memperbaiki dirinya. Sebab, jika anggota dewan tidak lagi peka dengan kritik, kepercayaan publik akan semakin runtuh dan DPR tidak akan lagi memiliki martabat.
"Tapi hakikatnya kita perlu mawas diri, apakah kita memang bertindak tegas dan adil? Kita harus lihat substansinya, walaupun itu mengurangi keindahan," tegasnya. (yid/ken)










































