"Kita sudah menyiapkan ada 11 pelabuhan perikanan di Maluku. Juga cluster perikanan di Tual," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhamad, di sela-sela simposium di Hotel Aston, Kota Ambon, Jumat (30/7/2010).
Simposium Indonesia-Australia merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara Sail Banda 2010. Simposium dihadiri oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan, Pemerintah Provinsi Maluku dan perwakilan pemerintah Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Caranya, selain menyiapkan infrastruktur, pemerintah juga akan memudahkan perizinan, dan merintis penerbangan Ambon-Darwin.
Pimpinan rombongan Pemerintah Australia Rear Admiral Tim Barret, Commander Border Protection Command menyatakan, hubungan pengawasan kelautan antara Indonesia dan Australia telah dilakukan sejak 4 tahun lalu. Simposium ini, katanya, juga upaya untuk menjaga dan meningkatkan hubungan pengawasan itu.
"Kita ingin memperkuat hubungan itu. Terbuka kemungkinan, hubungan itu bisa diperluas tidak hanya soal pengawasan kelautan saja," paparnya.
Dengan China
Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, menambahkan, selain dengan Australia, Pemprov Maluku juga tengah menjajaki kerja sama dengan China. Kerja sama itu antara lain di bidang infrastruktur, kelautan dan perikanan serta pariwisata.
Karel menyampaikan, usai konflik, kondisi Maluku semakin kondusif. Pemprov Maluku kini tengah menyiapkan langkah-langkah untuk menarik investasi.
"Kami tengah mempersipakan semuanya untuk menarik, terutama para investor dari luar negeri. Sail Banda ini jadi ajang tepat untuk mempromosikan Maluku," jelasnya.
Ditanya berapa nilai investasi yang ditargetkan dari Australia dan China, Karel belum bersedia menyebutkan. Ia hanya mengatakan, Maluku banyak memiliki potensi yang siap untuk dikembangkan.
(lrn/anw)











































