"Kita harus melihat ini sebagai tindakan simbolik. Alternatif untuk mempengaruhi pihak yang dituju, dalam hal ini anggota dewan," ujar pengamat kebijakan publik, Andrinov Chaniago, Jumat (30/7/2010).
Andrinov menilai, tindakan Pong dilakukan dengan sadar dan penuh perhitungan. Tujuannya untuk memprotes perilaku anggota DPR yang sulit diubah atau tidak mempan diimbau.
"Di situ perlu tindakan simbolik. Saya yakin kalau dilakukan pekerja taman, tidak semenarik dilakukan aktor," imbuh dia.
Andrinov menuturkan, tindakan simbolik seperti yang dilakukan Pong tidak menimbulkan kerugian dan kerusakan. Bahkan tindakan simbolik kerap dilakukan oleh rakyat pada zaman dulu untuk memprotes kebijakan.
"Di Kerajaan Jawa dulu ada aksi pria berjemur di alun-alun depan Istana memprotes kebijakan raja," jelas dia.
Tokoh masyarakat dari kalangan sipil dan mahasiswa, lanjut Andrinov, bisa saja melakukan aksi serupa Pong. "Contohnya mahasiswa melakukan aksi mogok makan," tutup Andrinov. (nik/fay)











































