Kepada para wartawan di Pentagon, Gates menyebutkan dokumen-dokumen rahasia tersebut semata-mata "tumpukan data mentah dan kesan-kesan perorangan yang hanya memberikan sedikit wawasan akan kebijakan-kebijakan dan peristiwa saat ini."
Meski begitu ditekankan Gates, pembocoran berkas-berkas tersebut, yang mencakup beberapa informasi mengenai warga Afghan yang telah membantu AS, memiliki konsekuensi yang sangat membahayakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sumber-sumber intelijen dan metode, serta taktik militer, teknik dan prosedur akan diketahui oleh musuh-musuh kita," imbuh Gates seperti dilansir New York Times, Jumat (30/7/2010).
Julian Assange, ahli komputer asal Australia yang mendirikan WikiLeaks membela perilisan sekitar 75.000 berkas rahasia mengenai perang Afghan di situsnya.
Dikatakan Assange, perilisan dokumen tersebut memberikan potret sebenarnya akan masalah-masalah seputar perang di Afghanistan. Ditegaskan Assange, pihaknya tidak merilis sekitar 15.000 dokumen karena alasan keselamatan.
Para pengacara Departemen Kehakiman AS saat ini tengah mengeksplorasi apakah Assange dan WikiLeaks bisa dituntut atas dakwaan berkonspirasi atau melanggar Undang-Undang tahun 1917 yang melarang pembeberan informasi keamanan nasional tanpa izin.
(ita/nrl)











































