"Saya memang empat kali tidak masuk, tapi tidak berturut-turut. Itu karena saya ada tugas untuk studi banding, lalu satu lagi melaksanakan tugas Baleg," kata Arif di Gedung DPR, Senayan, Jumat (30/7/2010).
Politisi PDIP ini mengaku agak sembrono dalam menangani masalah absensi. Dia pun setuju dengan publikasi terhadap data anggota dewan yang bolos ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, lanjut dia, apabila data tersebut langsung dipublikasikan tanpa ada konfirmasi pada yang bersangkutan, akan cenderung menimbulkan masalah administrasi. "Bisa menyebabkan mal administrasi. Karena kan tidak tahu apa sebabnya (membolos)," jelas dia.
Selain itu, ia juga berharap agar penilaian terhadap anggota dewan tidak hanya dilihat dari tanda tangan kehadiran. "Tapi dilihat juga kinerjanya, keaktifannya dalam rapat," tutup dia.
(ayu/yid)










































