Setara Minta Kekerasan Terhadap Ahmadiyah Dihentikan

Setara Minta Kekerasan Terhadap Ahmadiyah Dihentikan

- detikNews
Jumat, 30 Jul 2010 04:11 WIB
Jakarta - Aksi penyerbuan jamaah Ahmadiyah yang terjadi di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat harus segera dihentikan. Cara-cara kekerasan dinilai tidak akan menyelesaikan masalah.

Polisi juga diminta bersikap tegas terhadap individu yang melakukan aksi anarkis.

"Setara Institute meminta pihak-pihak terkait untuk menghentikan cara-cara kekerasan dalam penyelesaian masalah dan mengedepankan dialog secara damai," ujar Wakil Ketua Badan Pengurus SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (30/7/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tigor, tercatat selama 4 hari pemerintah Kabupaten Kuningan berupaya untuk menyegel masjid Ahmadiyah dengan dukungan massa dari Ciamis dan Tasikmalaya. Pemda dengan instrumen satpol bersikukuh menyegel masjid Jamaah Ahmadiyah dengan bermodalkan surat perintah dari Bupati Kuningan.

Padahal negara seharusnya memberikan jaminan kebebasan beragama Jamaah kepada Ahmadiyah, bukan malah membatasi bahkan mengekang ekspresi warga negara dalam beribadah.

"Hak kebebasan beribadah dan memiliki rumah ibadah merupakan jaminan hak konstitusional warga negara," tegasnya.

Setara, lanjutnya, mendesak Presiden SBY segera mengambil sikap dan menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberagaman di negeri ini dan melindungi warga negara, tanpa memandang latar belakang keyakinannya.

"Siapa pun itu mereka yang menjadi penganut Ahmadiyah tetap adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak sama di depan hukum." imbuhnya.

Agar kekerasan seperti ini tidak terus terulang Setara mendesak Presiden SBY segera memanggil Bupati Kuningan untuk dimintai klarifikasi atas seluruh rangkaian peristiwa yang menimpa Ahmadiyah.

"Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri nyata-nyata gagal memfasilitasi penyelesaian masalah Ahmadiyah," tandasnya. (did/irw)


Berita Terkait