Sidang digelar di Boise, Idaho, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (29/7), kemarin. Penggugat termasuk keluarga dari 11 pekerja yang tewas dalam ledakan di anjungan lepas pantai Deepwater Horizon milik BP.
Ledakan pada 21 April 2010 itulah yang menjadi pemicu tumpahan minyak. Sampai sat ini, setidaknya 5,2 juta barel minyak (117.6 juta-189 juta galon) mencemari lautan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik penggugat maupun tergugat juga memiliki ide berbeda tentang dimana seharusnya pengadilan itu digelar. Banyak yang mendesak agar perkara tersebut disidangkan di Louisiana atau Alabama, 2 wilayah yang paling buruk terkena dampak tumpahan minyak mentah.
Pengacara BP berpendapat, sidang lebih baik diadakan di Houston, Texas. Sebab, di sanalah industi minyak dipusatkan. "Akses untuk bukti-bukti lebih baik di Houston," kata pengacara BP Andrew Langan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (30/7/2010).
"(Louisiana atau Alabama) adalah tempat yang paling menderita. Karena itu, kami ingin sidang dilakukan di Distrik Timur Louisiana," balas Russ Hermann, pengacara yang mewakili para pengusaha makanan, pemilik kapal, dan hotel.
Sebuah keputusan diharapkan muncul setelah penundaan sidang selama dua minggu ke depan. Sidang dipimpin oleh 7 hakim federal dari Multidistrict Litigation Panel (MDL Panel).
(irw/did)











































