Acara yang dibuka Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh ini berlangsung sangat meriah. Para nelayan, masyarakat, dan para pendukung langsung bertepuk riuh ketika gubernur menembakan pistol tanda lomba dimulai.
Para sawi atau awak kapal Sandeq yang masing-masing sesuai arahan punggawa(nahkoda) dari masing-masing perahu langsung mendayung perahu masing-masing. Begitu melewati Pulau Karangpuang, dayung-dayung mulai diangkat. Perahu-perahu Sandeq pun mulai mengandalkan kekuatan angin untuk mencapai pantai Deking, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau terbalik atau tiang patah sudah biasa dalam lomba ini. Mereka tidak didiskualifikasi asalkan mereka bisa sampai ke finis," jelas Muhammad Ridwan Alimuddin, Ketua Panitia Sandeq Race, saat berbincang-bincang dengan detikcom.
Pada etape pertama perahu dari kelompok Teluk Mandar berhasil finish di urutan pertama. Disusul kemudian oleh Perahu Balanipa Indah, Tasha Polman, Merdeka, Mandala Bintang Timur, Paindo, Putra Sulbar, Tintilingang Anak Rakyat, Rajawali, serta Sinar Losari.
Sekadar informasi, lomba perahu sandeq ini telah digelar sejak 15 tahun lalu. Even ini sengaja diselenggarakan untuk membudayakan perahu nelayan khas suku Mandar, yang terkenal tangguh dalam mencari ikan di perairan dalam yang ada wiayah perairan Mamuju atau Majene, Sulawesi Barat.
"Para nelayan Mandar dengan perahu sandeqnya sejak lama dikenal sangat berani dan tangguh dalam mencari ikan hingga ke tengah laut. Padahal kapal itu sangat kecil dan hanya mengandalkan hembusan angin," terang Ridwan.
Ditambahkan Ridwan, even lomba adu cepat perahu sandeq ini merupakan ajang nostalgia para nelayan suku Mandar. Sebab saat ini para nelayan lebih memilih perahu yang digerakan mesin dibanding perahu bercadik yang ujungnya berbentuk lancip tersebut.
"Para nelayan sekarang lebih senang menggunakan perahu bermesin karena lebih praktis. Sedangkan kalau menggunakan sandeq para nelayan hanya bergantung pada hembusan angin," imbuhnya.
Alhasil, karena para nelayan Mandar sekarang lebih senang menggunakan perahu motor, perahu-perahu sandeq ini pun akhirnya tersisih. Perahu-perahu sandeq saat ini hanya bisa unjuk gigi di arena lomba. Perahu ini tidak lagi menjadi tumpuan suku Mandar, Sulawesi Barat, dalam mencari ikan.
(ddg/irw)