Dalam sambutannya, KUAI menyampaikan salam persahabatan dari seluruh rakyat Indonesia dan mengundang warga kota Plzen untuk berkunjung ke Indonesia menikmati budaya tradisional, keramahan penduduk, dan keindahan alamnya.
Secara khusus pemerintah kota Plzen meminta Indonesia mendukung kota tersebut agar dapat terpilih sebagai Ibukota Kebudayaan Eropa 2015, dengan memberi fasilitas dan kesempatan menyelenggarakan berbagai acara kebudayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembukaan pada hari pertama dimeriahkan dengan pertunjukan Tari Teruno (Yogyakarta), Tari Rantak (Sumatra Barat), Tari Kayau (Kalimantan), Tari Bajidor Kahot (Jawa Barat) dan Tari Condong (Bali).
Menurut penuturan KUAI, para penari adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum UGM dan mahasiswa Hubungan Internasional UPN Veteran Yogyakarta yang tengah mengikuti program pertukaran mahasiswa di Ceko, serta masyarakat Indonesia yang tergabung dalam Sanggar Tari Sekar Melati, Praha.
Sona Cermakova, seorang mantan penerima Beasiswa Darmasiswa, ikut berpartisipasi menjelaskan secara singkat dalam bahasa lokal tentang Indonesia dan tari-tarian yang dipentaskan.
Pada kesempatan langka tersebut para pengunjung dapat menikmati aneka kue jajan pasar dan kopi dari Gayo, Sumatera, yang secara khusus diperkenalkan.
Selain itu pengunjung juga dapat merasakan naik becak yang didatangkan dari Jepara, membeli berbagai suvenir batik seperti baju, taplak meja, bantal, dan tas. Khusus untuk anak-anak disediakan gambar wayang yang dapat mereka warnai.
(es/es)











































