"Penilaian boleh-boleh saja, tapi yang jelas pemerintah AS sudah mengakui normalisasi yag pelaksanaannya akan kita lakukan nanti bertahap," kata Punomo usai menghadiri rapat paripurna DPR RI, di Gedung Nusantara II, Senayan, Kamis (29/7/2010).
Menurutnya, kerjasama militer antara Indonesia dan AS sudah terjadi sebelum proses normalisasi pada 2005. "Kopassus itu bagian kecil dari kerjasama yang lebih besar, kerjasama sudah ada sejak 2001, jauh sebelum proses normalisasi," katanya.
Pembentukan latihan bersama antara Korps baret merah tentara Indonesia dengan militer AS adalah keinginan AS. "Mereka yang minta loh, mereka dateng ke sini," tutur Purnomo.
Disinggung jika nanti pemerintah AS mempertanyakan kasus HAM di tengah perjalanan kerjasama, Purnomo yakin hal itu tidak akan terjadi. Sebab dengan adanya normalisasi maka itu artinya masalah HAM sduah bukan masalah lagi.
"Mempertanyakan kalau belum di normalisasi, kalau sudah di normalisasi ga perlu ditanya lagi," jawabnya.
Ia menambahkan, upaya kerjasama pernah dilakukan pemerintah Indonesia saat kepemimpinan Presiden Megawati Soekarno Putri tujuh hari pasca kejadian ledakan WTC 911.
"Kita coba buka komunikasi dengan AA, setalah itu ada yang dinamakan Indonesia US Security Dialogue, sebenarnya kerjasama sudah berjalan," tutupnya seraya memasuki mobil dinas.
(Ari/lh)











































