Dikatakan Bin Yameen, wakil inspektur jenderal kepolisian Islamabad, operasi untuk menemukan jasad para korban terpaksa dihentikan sementara karena hujan deras.
"Kami sedang menunggu hujan berhenti. Dalam cuaca seperti ini, helikopter-helikopter tak bisa terbang juga para pekerja penyelamat tak bisa bergerak dengan mudah," ujar Yameen seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (29/7/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat Airbus 321 milik maskapai penerbangan swasta Pakistan, Airblue tersebut jatuh pada Rabu, 28 Juli kemarin dalam penerbangan dari Kota Karachi, Pakistan selatan menuju Bandara Internasional Islamabad.
Pesawat yang mengangkut 152 orang itu jatuh di tengah kondisi cuaca yang buruk. Saat itu hujan deras sedang turun dan kabut tebal menyelimuti. Tak ada yang selamat dalam musibah itu.
Hanya beberapa jenazah yang ditemukan dalam kondisi utuh. Sebagian besar jasad hangus terbakar dan tercerai-berai. Pesawat pun hancur berkeping-keping.
Belum diketahui apa penyebab jatuhnya pesawat. Namun hujan deras dan kabut tebal dianggap sebagai penyebab paling mungkin atas kecelakaan penerbangan terburuk di wilayah Pakistan itu.
(ita/nrl)










































