"Sekarang kalau anggota tidak hadir, kita tanya kenapa pimpinan hanya satu yang hadir," anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Gandung Pardiman dalam sesi interupsi di rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/7/2010).
Menurut Gandung, seharusnya pimpinan DPR memberi contoh yang baik kepada anggotanya sehingga bisa memberikan semangat bagi anggota untuk hadir. Sebab, kalau anggota diminta aktif sementara pimpinan DPR datang seenaknya akan menjadi preseden buruk bagi citra DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Protes Gandung ini disampaikan karena dalam rapat kali ini sidang hanya dipimpin oleh wakil ketua DPR Priyo Budi Santoso. 4 pimpinan lainnya itu adalah Ketua DPR Marzuki Alie, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Anis Matta dan Taufik Kurniawan.
4 pimpinan lainnya tidak hadir, alasannya, memiliki agenda lainnya. Padahal 4 pimpinan lain itu harusnya ikut hadir sidang jika rapat paripurna digelar sebagaimana kewajiban aktif bagi anggota dewan lainnya.
Menanggapi protes Gandung tersebut, Priyo meminta pengertian anggota atas bolosnya beberapa koleganya di pimpinan DPR. Sebab, memang ada pembagian tugas di antara pimpinan untuk melayani rakyat dan para tamu undangan.
"Pimpinan itu kan juga ada tugas-tugas lain, kalau untuk Pak Ketua sendiri, memang saat ini sedang menerima tamu dari Aljazair sama perwakilan parlemen dari Afrika," elak Priyo.
Jawaban tidak memuaskan Priyo ini pun langsung menuai bantahan dari Gandung. "Kalau yang seperti itu dihitung hadir atau nggak? Kalau anggota seperti itu kan dikatakan bolos. Kita kan punya hati!" teriak Gandung.
Priyo pun mengeles protes Gandung dengan menjawab. "Iya memang, betul, saya juga meminta teman-teman pers untuk memberitakan kalau tidak hadir sidang jangan langsung disebut membolos, tapi katakan karena ada tugas lain," terang Priyo.
(yid/ken)











































