"Kita sudah tanya ke sekjen, sekjen tidak pernah mempublish, katanya mereka tidak pernah memberikan itu ke pers untuk dipublish," kata Priyo saat memimpin sendirian rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/7/2010).
Menurut Priyo, daftar itu bisa menjadi konsumsi publik bukan karena sengaja 'dilaunching'. "Ini pinter-pinternya teman pers saja yang mencari data," kata Priyo.
Sebelum tanggapan Priyo itu, politisi asal PDIP Ario Bimo mengatakan, sebaiknya semua pihak tidak perlu memikirkan soal absen. Menurutnya, ada persoalan yang lebih penting dari sekadar absen yaitu tabung gas.
"Tabung gas terus meledak, sejauh mana pansus tentang gas ini bisa bekerja," katanya.
Sebelumnya sejumlah anggota DPR dari Golkar memprotes soal diumumkannya daftar anggota DPR yang sering membolos. Mereka meminta daftar tersebut direvisi.
(ken/nrl)











































