"Saya lihat pemerintah sudah kehilangan energi. Lemas. Masalah transportasi ada di tangan Kementerian Perhubungan. Di situ ada udara, laut, darat. Semua ada masalah sendiri-sendiri. Dan saya lihat lalu lintas daratlah yang paling berantakan,"Β ujar koordinator Railway & Transportation Resource Center Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) - ITB Harun Al Rasyid PhD dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (29/7/2010).
Pemerintah yang kehabisan energi itu terlihat dari banyaknya proyek infrastruktur layanan transportasi yang mandek di tengah jalan. "Katanya mau bangun monorel dan kereta api ke Bandara, tapi sampai sekarang kan belum jadi juga," lanjut Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi mau ke mana dan seperti apa dalam 15-20 tahun ke depan. Tidak hanya dibicarakan saat musim hujan atau panas saja. Di banyak negara lain ada juga forum serupa. Misalnya saja di Singapura ada Land Transport Authority," bebernya.
Untuk mengatasi kemacetan, Harun setuju dengan pemberdayaan kereta api. Sebab kereta api sanggup mengangkut lebih banyak penumpang dibanding transportasi darat lainnya.
"Kereta api harus diefektifkan dan diberdayakan, jangan sampai menjadi bangkai. Harus ada pembagian tugas dan koordinasi yang jelas antara pemerintah dan operator. Untuk mengatasi masalah transportasi ini sebaiknya dialokasikan dari pajak-pajak yang yang besar," tutup Harun.
(nrl/nrl)











































