Demikian disampaikan Kepala Analisa BMKG Tabing Padang Budi Imam Samiaji kepada detikcom melalui telepon, Rabu (28/7/2010).
"Sirkulasi Eddy terjadi karena adanya perpedaan tekanan udara akibat dari perubahan suhu yang ekstrim dari panas ke dingin. Seperti yang terjadi dinihari tadi, pada siang hari suhu terasa sangat panas dan malamnya sangat dingin. Kejadian serupa masih berpeluang terjadi, warga diminta untuk waspada setidaknya hingga tiga hari ke depan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Manajer Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) Ade Edward mengatakan, Sirkulasi Eddy yang terjadi Rabu (28/7/2010) dini hari mengakibatkan puluhan pohon, tiang listrik dan sejumlah bangunan semi permanen rusak.
"Kejadian dinihari tadi berlangsung sekitar satu jam dan mengakibatkan kerusakan ringan di sejumlah tempat. Tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat kejadian itu," katanya.
(djo/djo)











































