"Sebaiknya dilakukan peremajaan pada transportasi publik yang ada," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/7/2010).
Jika transportasi umum diremajakan, masyarakat akan lebih nyaman dan mau pindah ke kendaraan umum. "Diperbaiki lagi transportasi publiknya, sehingga memberikan kenyamanan dan menjamin keamanan kepada masyarakat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy juga mengatakan, pembangunan moda transportasi massal baru harus diwujudkan. Monorail dan MRT bisa lebih banyak mengangkut orang ketimbang bus kota.
"Agar bisa mengangkut banyak orang," katanya.
Menurut Boy, kemacetan bukan karena banyaknya kendaraan saja. Kondisi jalan juga berpotensi menambah parah kemacetan Jakarta.
"Jalannya sudah lebar, tapi kalau bolong-bolong atau tidak rata mengakibatkan laju kendaraan tidak lancar," katanya.
Di sisi lain, sikap pengendara sendiri yang tidak disiplin dalam berlalu lintas menjadi faktor kemacetan. "Misalnya, saling serobot, tidak pada lajurnya, juga bisa menimbulkan kemacetan," katanya.
(mei/fay)











































