"Dengan alat canggih, tidak akan ada istilah titip absen. Kecuali jarinya bisa dititipkan," kata Ketua FPKS Mustafa Kamal dalam siaran pers, Rabu (28/7/2010).
Dia menjelaskan, FPKS juga menjamin tidak ada anggotanya yang berperilaku tak terpuji dengan menitip absen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya sistem absensi elektronik ini, justru penilaian publik akan lebih adil. Akan terlihat anggota mana yang benar-benar rajin, dan siapa yang mangkir.
"Selain itu manajemen pimpinan dan masalah kinerja sekretariat jenderal juga menjadi fokus masalah yang perlu diperbaiki. Beberapa contohnya adalah jadwal-jadwal sidang yang sering bertabrakan dengan agenda rapat DPR lainnya," tuturnya.
Kerap kali, anggota dewan seringkali harus hadir di dua jadwal kegiatan DPR sekaligus. Menjadi pertanyaan, bagaimana cara menghadiri dua rapat dalam satu waktu.
"Apalagi Undangan rapat seringkali datang kurang dari sehari sebelumnya, menyulitkan pengaturan jadwal bagi kami," ungkapnya.
Terkait dengan empat anggota FPKS diketahui membolos satu kali dalam rapat, Mustafa menjelaskan, sudah mengklarifikasi kepada yang bersangkutan.
"Hasilnya seperti yang disebutkan di atas, mulai dari jadwal ganda sampai kepada mekanisme perizinan yang tidak jalan. Orangnya sudah menyampaikan izin secara resmi, apakah masih dianggap bolos?" tuturnya.
(ndr/fay)











































