Walikota Surakarta Dilantik Dengan Nuansa Adat Jawa

Walikota Surakarta Dilantik Dengan Nuansa Adat Jawa

- detikNews
Rabu, 28 Jul 2010 15:31 WIB
Solo - Pasangan Joko Widodo dan FX Hadi Rudyatmo dilantik sebagai walikota dan wakil walikota Surakarta untuk periode kedua. Pelantikan pasangan yang diajukan oleh PDIP tersebut dikemas dengan nuansa adat jawa yang kental. Bukan hanya para pejabat, para tamu undangan juga mengenakan busana tradisi Jawa.

Pelantikan keduanya diadakan dalam sidang istimewa DPRD Kota Surakarta yang digelar Balaikota Surakarta, Rabu (28/7/2010) sore, oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mewakili Mendagri.

Nuansa Jawa sudah mewarnai sejak awal acara. Para tamu undangan dan pejabat di jajaran Pemkot Surakarta yang menghadiri acara semua mengenakan busana Jawa. Namun demikian, karena tuntutan aturan, pasangan yang dilantik tetap mengenakan pakaian kedinasan serba putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum pelantikan dimulai Ketua KPU Kota Surakarta, Didik Wahyudiono, menyerahkan pasangan calon terpilih dalam Pilkada kepada Ketua DPRD Kota Surakarta YF Sukasno. Serah terima dilakukan dengan bahasa Jawa halus. Iringan gamelan juga mengiringi perjalanan keduanya menuju ruang pelantikan.

Pasangan Joko Widodo - FX Hadi Rudyatmo adalah pasangan incumbent dalam Pilkada yang berlangsung 26 April lalu. Pasangan yang diajukan oleh PDIP menang mutlak dengan capaian suara 90,09 persen, mengalahkan pesaing tunggal yaitu pasangan Edy Wirabhumi - Supradi Kertamenawi yang diajukan Partai Demokrat.

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah pejabat DPP PDIP sebagai partai pengusung. Diantara yang hadir adalah Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto. Selain itu hadir pula Ketua DPD PDIP Jateng, Murdoko, yang juga menjabat Ketua DPRD Jateng. Hadir pula anggota DPR RI dari PDIP, Aria Bima, serta pengusaha nasional Mooryati Soedibyo.

Dalam sambutannya, Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, berharap pasangan terpilih untuk segera meneruskan program-program kerjanya yang telah dirintis sejak lima tahun sebelumnya. Menurut Bibit, karena letaknya yang strategis maka pembangunan di kota Surakarta akan berdampak langsung tidak hanya di dalam kota.

"Selama ini sering disebut-sebut pusat gravitasi Indonesia berada di Jawa Tengah. Sedangkan pusat gravitasi Jawa tengah berada di Kota Surakarta ini. Kondisi di Kota Surakarta ini berpengaruh langsung pada kawasan penyangganya (hinterland), juga pada Jawa Tengah pada umumnya dan bahkan hingga di Jawa timur," ujar mantan Pangkostrad tersebut.


(djo/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads