Pelantikan keduanya diadakan dalam sidang istimewa DPRD Kota Surakarta yang digelar Balaikota Surakarta, Rabu (28/7/2010) sore, oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, mewakili Mendagri.
Nuansa Jawa sudah mewarnai sejak awal acara. Para tamu undangan dan pejabat di jajaran Pemkot Surakarta yang menghadiri acara semua mengenakan busana Jawa. Namun demikian, karena tuntutan aturan, pasangan yang dilantik tetap mengenakan pakaian kedinasan serba putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan Joko Widodo - FX Hadi Rudyatmo adalah pasangan incumbent dalam Pilkada yang berlangsung 26 April lalu. Pasangan yang diajukan oleh PDIP menang mutlak dengan capaian suara 90,09 persen, mengalahkan pesaing tunggal yaitu pasangan Edy Wirabhumi - Supradi Kertamenawi yang diajukan Partai Demokrat.
Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah pejabat DPP PDIP sebagai partai pengusung. Diantara yang hadir adalah Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto. Selain itu hadir pula Ketua DPD PDIP Jateng, Murdoko, yang juga menjabat Ketua DPRD Jateng. Hadir pula anggota DPR RI dari PDIP, Aria Bima, serta pengusaha nasional Mooryati Soedibyo.
Dalam sambutannya, Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, berharap pasangan terpilih untuk segera meneruskan program-program kerjanya yang telah dirintis sejak lima tahun sebelumnya. Menurut Bibit, karena letaknya yang strategis maka pembangunan di kota Surakarta akan berdampak langsung tidak hanya di dalam kota.
"Selama ini sering disebut-sebut pusat gravitasi Indonesia berada di Jawa Tengah. Sedangkan pusat gravitasi Jawa tengah berada di Kota Surakarta ini. Kondisi di Kota Surakarta ini berpengaruh langsung pada kawasan penyangganya (hinterland), juga pada Jawa Tengah pada umumnya dan bahkan hingga di Jawa timur," ujar mantan Pangkostrad tersebut.
(djo/djo)











































