Demikian penilaian Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengenai materi 'curhat' terbaru Presiden SBY. Politisi dari Partai Golkar ini ditemui wartawan di ruang kerjanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/7/2010).
"Kelihatannya tidak ditujukan kepada kelompok yang kritis, tetapi lebih kepada media massa tertentu," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat pernyataan itu memang harus beliau sampaikan sebagai Presiden. Pidato itu memberitahu bahwa tolong kalau ada nilai positif juga disampaikan, jangan seakan RI ini buruk semua. Saya lihat Presiden risau bila ada pemberitaan yang tidak seimbang," ujar dia.
Lebih lanjut Priyo membandingkannya dengan pidato lain Presiden SBY yang juga menjadi kontroversi. Yaitu mengenai laporan intelejen yang mengungkapkan kegiatan terorisme yang menjadikannya sebagai target serangan.
"Saya lihat pernyataan beliau masih biasa saja, tidak ada alur amarah dan suaranya datar. Tidak seperti pidato saat mau dibedil (ditembak) teroris dulu itu," ujar Priyo memberi perbandingan.
(lh/fay)











































