"Pak Alif ada rencana menitipkan motor Harley karena sedang ada masalah dengan istrinya. Karena saya polisi, dia bilang merasa aman menitip motor. Sebagai seorang polisi, ada yang meminta batuan keamanan, saya tergerak menolong," kata Kompol Arafat saat bersaksi untuk Alif Kuncoro, di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Rabu (28/7/2010).
Mendengar jawaban itu, ketua majelis hakim Mien Trisnawaty menyindir rumah Kompol Arafat tak ubahnya seperti penitipan motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun demikian, hakim tidak lantas percaya. Pemberian Harley Davidson senilai Rp 410 juta lalu dihubungkan dengan kasus yang ditangani Kompol Arafat Enanie, kasus Gayus Tambunan dan calon tersangka Iman Cahyo Maliki, adik Alif Kuncoro.
Saat dicecer kenapa baru mengembalikan motor setelah Komjen Susno Duadji meniupkan isu markus di tubuh Polri, Arafat mengatakan karena kesibukan dan sering tugas ke luar kota, dirinya belum bisa menghubungi Alif untuk mengembalikan moge itu.
"HP Pak Alif tidak bisa dihubungi. Kalau Pak Imam, dia hanya Rp 25 juta. Ada aliran dari Imam Maliki ke Gayus. Itu uangย pengembalian jual beli mobil. Memang ada bukti jual beli itu. Jadi fokus ke Gayus," kilah Arafat.
"Pak Imam tidak berpotensi menjadi tersangka. Saya tidak berpikir itu sebagai suap. Seharusnya (kalau suap) itu Gayus yang melakukan," tegas Arafat.
Kesaksian polisi berpangkat melati satu itu terkait pemberian moge Harley dari Alif Kuncoro. Menurut jaksa, motor berkapasitas 1.584 cc tersebut sebagai sogokan supaya adik Alif, Imam Maliki tidak dijadikan tersangka oleh Arafat. Arafat sendiri tengah menjalani sidang sebagai terdakwa pada kasus serupa.
(Ari/nwk)











































