"Kereta api yang dibenahi. Seperti di Melbourne, ada 4 stasiun kereta kemudian setelah itu penumpang naik bus umum menuju ke dalam kota," kata pengamat tata kota, Suyono Herlambang saat dihubungi detikcom, Rabu (28/7/2010).
Dia menjelaskan, di kota-kota besar pengoptimalan kereta api adalah solusi. Bukan hanya di Melbourne, tetapi juga di Singapura demikian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, perlu dilakukan upaya besar, langkah politik dari pemerintah dalam pembenahan lalu lintas. Transportasi dari dan menuju stasiun, bus feeder juga mesti dibenahi.
"Selama ini, kebijakan seperti ini belum jalan karena politik tidak mendukung. Untuk itu perlu kepemimpinan yang tegas," jelasnya.
Kalau hanya menggunakan angkutan darat, dalam hal ini bus, akan sulit mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Kecuali jika angkutan itu bebas macet, tarifnya murah dan efisien.
"Kita juga tidak bisa memaksa pengguna kendaraan pribadi menggunakan angkutan umum," terangnya.
Dia menjelaskan, untuk konsep Jakarta ini, sebenarnya Pemrov DKI tengah menyusun rencana tata ruang pembangunan Jakarta 2020-2030. Sayangnya, publik tidak bisa melihat, adakah pengoptimalan fungsi angkutan publik.
"Bagaimanapun untuk mengatasi kemacetan dan pembangunan kota, publik harus berpartisipasi," tutupnya.
(ndr/fay)











































